Media Sosial untuk Digital Advertising & Marketing

Nadya Ariani

| 29 March, 2019

1. Pelanggan Anda Menggunakan Media Sosial

Jika target customer Anda seluruh penduduk Indonesia, maka hampir separuh dari target Anda menggunakan media sosial. Akan lebih mudah jika mereka aktif pada suatu channel yang biasanya mereka gunakan. Dalam kata lain, jangan membuat audiens Anda menghampiri, melainkan Anda lah yang harus menghampiri audiens. Jika Anda belum berada di channel media sosial maka Anda melewati kesempatan penting untuk terhubung dengan target customer atau pelanggan potensial Anda.

2. Kompetisi Anda Berada di Media Sosial

Apapun industri bisnis Anda, terdapat peluang lebih baik jika kompetitor Anda sudah berada di media sosial. Hal tersebut menunjukkan bahwa industri bisnis Anda sesuai di channel media sosial. Dengan begitu pelanggan potensial Anda mungkin sudah membicarakan tentang industri bisnis yang serupa. Jika tetap ingin kompetitif, Anda harus berupaya membangun tampilan di media sosial. Tidak hanya menunjukkan karakter perusahaan Anda, melainkan juga dapat menunjukan keahlian, mengedukasi, dan memberikan pengetahuan tentang industri Anda. Ini termasuk cara untuk membedakan Anda dengan kompetitor. Nah, yang harus dipikirkan adalah, apakah anda sudah siap untuk berkompetisi dengan kompetitor?

3. Pelanggan Mencari Rekomendasi di Media Sosial

Berdasarkan data yang didapat dari Lyfe Marketing Social Media Management, pemasaran dari mulut ke mulut adalah salah satu cara paling ampuh yang dimiliki perusahaan manapun dalam marketing tools. Dalam banyak hal, media sosial telah menjadi channel baru untuk pemasaran dari mulut ke mulut. Di era digital ini juga Brand mendorong customer mereka untuk memberi ulasan/review/testimonial di media sosial. Berita baiknya adalah, konsumen cenderung membeli bahkan mencari Brand yang telah direkomendasikan. Rekomendasi tersebut tidak harus dari teman ataupun keluarga, melainkan dari siapapun yang ada di media sosial bisa menjadi referensi mereka untuk membeli suatu produk Brand. Konsumen cenderung memercayai rekomendasi online layaknya memercayai rekomendasi personal.