Fakta Terkini Influencer Marketing 2022 dari Riset Terbaru Partipost!

Fakta Terkini Influencer Marketing 2022 dari Riset Terbaru Partipost!
Fakta Terkini Influencer Marketing 2022 dari Riset Terbaru Partipost!

Partipost baru saja merilis report terbaru kami yang berjudul: The Southeast Asia Influencer Marketing Industry 2022: How the ring light has revolutionised marketing capital ROI and decision making. Dalam report ini, kami melakukan riset yang melibatkan lebih dari 300 brand di Singapura, Indonesia, dan Taiwan untuk mendapat perspektif mereka tentang influencer marketing. Kami juga mengadakan survei terhadap pengguna media sosial di ketiga negara untuk mengetahui perilaku konsumen di era digital pasca-pandemi ini.

Baca juga: 10 Statistik tentang Influencer Marketing yang Wajib Diketahui Marketers

Pandemi COVID-19 Mempercepat Perkembangan Era Digital

Source: Pexels

Dengan pandemi yang terjadi sejak tahun 2020, konsumen menjadi semakin terbiasa mencari informasi, rekomendasi, hingga melakukan pembelian produk secara online. Perubahan perilaku ini membuka peluang yang semakin besar untuk influencer marketing. Dengan tingginya penggunaan media sosial di Indonesia yang melebihi 3 jam sehari, brand dapat terhubung dengan konsumen melalui influencer yang mempromosikan produk di media sosial seperti Instagram dan TikTok.

Meningkatnya Minat Brand dan Konsumen terhadap Nano Influencer

Source: Pexels

Riset Partipost juga menemukan bahwa influencer dengan follower yang lebih sedikit, yaitu nano influencer, diminati oleh brand maupun konsumen. Ini dikarenakan, nano influencer membuat konten yang lebih authentic dan relevan dengan audiens mereka. Karena sebagian besar follower mereka adalah keluarga dan teman dekat, mereka memiliki pengaruh lebih besar terhadap keputusan pembelian. 78% brand menyatakan mereka akan berkolaborasi dengan nano influencer setidaknya 1 kali sebulan sepanjang tahun 2022.

Baca juga: Nano Influencer Sebagai Tren Baru di Dunia Influencer Marketing

Munculnya Tren Nano Ambassador

40.5% responden di Indonesia mengatakan bahwa mereka lebih cenderung melakukan pembelian ketika melihat sebuah produk direkomendasikan oleh banyak influencer selama waktu tertentu. 93% responden juga melakukan pembelian setelah melihat produk dipromosikan lebih dari 2 kali. Karena itu, melakukan nano ambassador campaign selama periode waktu tertentu lebih efektif bagi brand daripada single campaign. Dengan nano ambassador, brand dapat meningkatkan awareness dan familiarity audiens terhadap produk mereka sehingga peluang pembeliannya pun semakin tinggi.

Mau tahu lebih lanjut tentang strategi influencer marketing untuk tahun 2022? Download report ini secara gratis!

Leave a comment

Your email address will not be published.